Final Saga: Prabowo Subianto vs Alexander the Great

 


Hari yang biasa-biasa saja di tahun 2026.
Tidak ada yang membuatku antusias selain uang! haha, becanda kaka.

Entah apa yang sebenarnya kutunggu. Tapi untuk sementara, aku merasa cukup, normal, datar, dan biasa-biasa saja. Namun, di sela kesibukan, aku kadang berimajinasi: Alexander the Great datang dari masa lalu untuk bertarung dan menaklukkan Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto adalah wujud kegelisahan dalam hari-hari normal milikku. Karena itu, aku membayangkan ada seseorang yang mampu menaklukkannya. Kadang aku berharap hadir semacam deus ex machina untuk menyelesaikan semuanya, seperti Alexander yang tiba-tiba datang dan menaklukkan Prabowo Subianto.

Aku membayangkan seorang raja muda bernama Alexander, berusia sekitar 25 tahun, berada di puncak masa keemasannya, datang untuk menaklukkan seorang penguasa tua di kepulauan Asia kecil bernama Indonesia. Mungkin hal itu mudah bagi sang raja, mengingat ia baru saja menaklukkan Kekaisaran Persia pada tahun 330 sebelum Masehi.

Begitulah sinopsisnya. Untuk cerita lengkapnya, silakan berimajinasi sendiri-sendiri aku malas menulis panjang-panjang, haha.
Namun ini menarik, bisa jadi imajinasi ini adalah bentuk pesimisme dalam diriku saat melihat realitas sosial hari ini, seolah tidak ada yang bisa diharapkan.
Atau… mungkin ada?

Hmm.
Aku berpikir mungkin Gibran bisa kita harapkan? Kareana ada beberapa kesamaan Gibran dengan Alexander, sama-sama muda. Walaupun beda usia 13 tahun (Gibran lebih tua), tak apa. Di negeri ini, umur tak pernah benar-benar jadi masalah. Sama-sama dari Dinasty, Solo dan Makedonia. Terakhir, mereka sama-sama manusia.

Sudah. Cuma tiga kesamaan. Sisanya tidak ada mirip-miripnya.

Lalu, kita bisa berharap pada siapa?

Tenang! Kata Pandji, berharaplah pada diri sendiri.
Karena: “ berharap sama siapa? Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita memaafkan koruptor, wakil presiden kita… Gibran.”

Jadi sampai di sini paham, kita bisa berharap pada siapa?

Pada Allah SWT kali...!
diri sendiri- diri sendiri! Yakali dengerin Pandji.
Astaghfirullah. Astaghfirullah. Astaghfirullah.


Author: Fhrzl

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RELEVANSI TEORI THOMAS HOBBES DAN GAYA BERPOLITIK PRABOWO SUBIANTO

Catatan atas Gugurnya Affan Kurniawan