Catatan atas Gugurnya Affan Kurniawan
Kabar pilu menggema dari depan pelataran gedung DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia). Di balik panggung demokrasi tercipta cerita lara, sahabat kita Affan Kurniawan gugur dalam perjuangan melawan kekuasaan. Tubuhnya dilahap mesin baja tanpa ampun, meregang nyawa akibat kebengisan tangan negara. Nama Affan Kurniawan akan tercatat dalam peradaban bangsa Indonesia sebagai pejuang yang dihabisi hanya karena berani bersuara. Ia menjadi simbol betapa mahalnya harga sebuah keadilan di negeri ini, di mana nyawa manusiapun terlihat receh dihadapan Negara. Luka yang ia tinggalkan bukan sekadar jejak ban di aspal, melainkan catatan abadi bahwa kekuasaan kerap kali mencabik-cabik humanisme. Padahal, mereka yang turun ke jalan adalah orang-orang yang bingung harus berbuat apa lagi, sebab sejak lama sura mereka sudah tidak didengar di ruang formal. Legislatif dianggap sudah tidak mampu mewakili aspirasi rakyat. Pada akhirnya, mereka secara mandiri menyampaikan aspirasi mela...