Postingan

Final Saga: Prabowo Subianto vs Alexander the Great

Gambar
  Hari yang biasa-biasa saja di tahun 2026. Tidak ada yang membuatku antusias selain uang! haha, becanda kaka. Entah apa yang sebenarnya kutunggu. Tapi untuk sementara, aku merasa cukup, normal, datar, dan biasa-biasa saja. Namun, di sela kesibukan, aku kadang berimajinasi: Alexander the Great datang dari masa lalu untuk bertarung dan menaklukkan Prabowo Subianto . Prabowo Subianto adalah wujud kegelisahan dalam hari-hari normal milikku. Karena itu, aku membayangkan ada seseorang yang mampu menaklukkannya. Kadang aku berharap hadir semacam deus ex machina untuk menyelesaikan semuanya, seperti Alexander yang tiba-tiba datang dan menaklukkan Prabowo Subianto. Aku membayangkan seorang raja muda bernama Alexander , berusia sekitar 25 tahun , berada di puncak masa keemasannya, datang untuk menaklukkan seorang penguasa tua di kepulauan Asia kecil bernama Indonesia. Mungkin hal itu mudah bagi sang raja, mengingat ia baru saja menaklukkan Kekaisaran Persia pada tahun 330 sebelum Mas...

Satu Wasiat Singkat

Gambar
  “Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhamad SAW lalu berkata: ‘Berilah aku wasiat.’ Rasulullah SAW menjawab: ‘Jangan marah.’ Orang itu mengulang permintaannya beberapa kali, namun Nabi Muhamad SAW tetap menjawab: ‘Jangan marah.’ (HR. al-Bukhari, no. 6116) Dalam keheningan, khatib jumat menceritakan bagaimana konteks hadis di atas turun. Pada suatu hari di masa lalu, ada seorang pria dari kalangan sahabat mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta wasiat (nasihat) yang mudah diingat dan diamalkan, semacam pedoman praktis dalam hidup. Rasulullah SAW kemudian menatapnya dan memberikan jawaban yang sangat ringkas namun penuh makna: “ Jangan marah .” Laki-laki itu seakan belum puas. Ia mengulang permintaannya, berharap Nabi akan menambahkan nasihat lain. Namun, jawaban Nabi tidak berubah: “ Jangan marah .” Bahkan ketika ia mengulang lagi untuk ketiga kalinya, Rasulullah SAW tetap memberi jawaban yang sama. Menurut sebagian ulama, kenapa Rasulullah SAW memberikan nasihat demi...

Menata Pikiran - Menyusun Obrolan

Gambar
Sudah dua minggu lamanya aku tidak menulis. Mungkin karena malas atau karena rutinitas, entalah, aku tidak tahu. Belakangan ini aku mersakan betapa susah sekali untuk menulis. Jangankan menulis satu paragraf, menulis satu kalimat pun bagiku terasa sulit akhir-akhir ini, seakan kata-kata menghilang dari pikiranku. Aku merasa pikiranku mulai tumpul, mulai kehilangan referensi sehingga aku tak mampu terpikir menulis apa. Menurut banyak orang, keadaan ini disebut writer’s block , kondisi di mana seorang penulis mengalami kebuntuan, merasa sulit atau bahkan tidak mampu menghasilkan tulisan. Tapi menurutku tidak demikian. Kusimpulkan, hari ini aku tidak bisa menulis hanya karena kekurangan referensi, kurang membaca. Aku ingat pernah mendengar atau membaca, entahlah, aku lupa. Menurut Pramoedya Ananta Toer , “untuk menulis satu paragraf harus membaca minimal sepuluh buku”. Mungkin melalui kalimat tersebut, Bung Pram ingin menyampaikan pesan metaforis: jika ingin menulis, maka harus ba...

Jalan Sunyi Menuju Ketenangan

Gambar
Jumatan bagiku bukan hanya sekedar kewajiban, tapi momen untuk belajar memperkaya pengetahuan. Di Masjid, aku bukan hanya sekedar mendengarkan khutbah sebagai formalitas, tapi mencoba menangkap hikmah yang terselip dalam setiap kalimat. Bagiku ini sangat menarik, rasanya seperti kuliah singkat setiap pekan, tapi gurunya berganti-ganti dan materinya tak pernah sama. Dari situ aku belajar, bahwa jumatan bukan sekadar ritual, melainkan ruang untuk memperluas cara pandang tentang hidup dan manusia. Begitupun hari ini, seperti biasa dalam sesi khutbah aku berusaha fokus mendengarkan khatib yang sedang ceramah. Dalam ceramah tersebut beliau menyampaikan materi dengan tema " Iman dan Taqwa .” Iman secara istilah menurut beliau merupakan keyakinan yang tertanam dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan. Jadi, bukan hanya percaya dalam hati, tapi juga diiringi pengakuan dan amal nyata. Sedengkan Taqwa scara istilah adalah menjalanakan perintah Allah da...

Catatan atas Gugurnya Affan Kurniawan

Gambar
  Kabar pilu menggema dari depan pelataran gedung DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia). Di balik panggung demokrasi tercipta cerita lara, sahabat kita Affan Kurniawan gugur dalam perjuangan melawan kekuasaan. Tubuhnya dilahap mesin baja tanpa ampun, meregang nyawa akibat kebengisan tangan negara. Nama Affan Kurniawan akan tercatat dalam peradaban bangsa Indonesia sebagai pejuang yang dihabisi hanya karena berani bersuara. Ia menjadi simbol betapa mahalnya harga sebuah keadilan di negeri ini, di mana nyawa manusiapun terlihat receh dihadapan Negara. Luka yang ia tinggalkan bukan sekadar jejak ban di aspal, melainkan catatan abadi bahwa kekuasaan kerap kali mencabik-cabik humanisme. Padahal, mereka yang turun ke jalan adalah orang-orang yang bingung harus berbuat apa lagi, sebab sejak lama sura mereka sudah tidak didengar di ruang formal. Legislatif dianggap sudah tidak mampu mewakili aspirasi rakyat. Pada akhirnya, mereka secara mandiri menyampaikan aspirasi mela...

Film dan Kritik Sosial: Membedah Serigala Terakhir Series dengan Teori Thomas Hobbes

Gambar
Film merupakan bentuk kreativitas manusia yang lahir dari perpaduan beberapa cabang seni, seperti sastra, teater, musik, bahkan teknologi. Film adalah media hiburan yang diciptakan berdasarkan pengalaman penciptanya, baik pengalaman subjektif yang bersumber dari cara pandang personal maupun pengalaman kolektif yang lahir dari realitas sosial. Secara umum, film sering dipandang hanya sebagai media hiburan. Namun, tidak sedikit film yang justru mengangkat tema kritik sosial, bahkan sebagian di antaranya dijadikan media propaganda. Hal ini karena selain menyajikan hiburan, film juga dapat menjadi cermin realitas sosial sekaligus alat penyampai pesan tertentu. Melalui visual dan narasi, film mampu menyentuh emosi serta memengaruhi cara pandang penonton. Serigala Terakhir Series adalah salah satu karya yang mengangkat tema kriminalitas dan kekerasan dengan nuansa kritik sosial terhadap realitas masyarakat urban. Dengan alur cerita penuh konflik, serial ini tidak hanya menyajikan aksi da...

Taubat: Jalan Kembali Menuju Allah

Gambar
Siang ini, aku kembali melaksanakan sholat Jumat di masjid yang biasanya tidak jauh dari tempat kerja. Aku duduk dengan khusyuk karena khatib jumat hari ini kebetulan adalah salah satu ustadz yang aku sukai, sebab gaya ceramahnya sederhana, mudah dimengerti, dan ditopang dengan suara yang bagus. Aku menyimak khutbah yang sedang beliau sampaikan dengan tema taubat . Ceramah diawali dengan menjelaskan bahwa manusia adalah tempatnya salah dan tidak luput dari dosa. Oleh karena itu, Tuhan memberikan kasih sayang yang luas agar manusia kembali kepada-Nya dengan cara bertaubat. Secara bahasa, beliau menjelaskan bahwa taubat berarti “kembali”, sedangkan secara istilah taubat adalah kembali kepada Allah dengan meninggalkan dosa, disertai penyesalan, tekad yang kuat untuk tidak mengulanginya, dan memperbaiki diri sesuai ajaran agama. Setelah menjabarkan definisi taubat , beliau menyebutkan ada tiga tingkatan taubat menurut para ulama: Taubat Dari Dosa Kecil dan Dosa Besar Ini adalah ...