Pesan Sakral dari Mimbar Jumat
Suara khatib memecah kesadaranku yang ada di ambang batas, matanya tajam dengan tegas menyampaikansatu pesan sakral;
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
Hari jum’at ini aku diingatkan kembali bahwa manusia memiliki
kehendak bebas (free will) untuk memilih dan memutuskan tindakan mereka sendiri
secara sadar agar manusia bisa mengusahakan keadaan yang mereka inginkan. Seperti hari ini saya
memilih pergi jumatan menggunakan motor sebagai wujud dari kehendak bebas.
Dalam pandangan qodariah kehendak bebas adalah konsep kuasa penuh
atas amal dan perbuatan manusia tanpa ada intervensi dari tuhan, aliran ini
memandang setiap individu sebagai pencipta atas perbuatanya sendiri, dan
karenaya manusia bertanggung jawab penuh atas semua akibatnya.
Tuhan dipandang sebagai pencipta dan pemberi petunjuk tanpa memaksa atas perbuatan manusia, taqdir dalam
konsep qodariah dilihat sebagai pengatuahan tuhan yang tidak bisa manusia
ketahui, artinya apapun yang dilakukan oleh manusia murni kehendak mereka
sendidri tanpa ada intervensi dari tuhan.
Berbeda dengan qodariah, Aliran jabariah memandang kehendak bebas
manusia adalah hasil dari kehendak tuhan, jadi amal dan perbuatan manusia
adalah bagian dari kehendak tuhan, ini diibaratkan seperti wayang yang
dikendalikan oleh dalang. Oleh karena itu manusia dianggap bukan sebagai pencipta bagi amal perbuatanya
sendiri.
Jika konsep aliran jabariah seperti demikian maka ketika seseorang melakukan kebaikan, itu murni karena tuhan yang menghendakinya, demikian pula jika ia melakukan kejahatan, hal itu terjadi karena tuhan telah menentukannya. Dalam logika mereka, tidak ada perbuatan manusia yang terlepas dari rencana dan kehendak mutlak tuhan.
Maka sebagai penganut islam yang benar secara insaf dan sadar mempercayai posisi moderat, yang mana saya mengakui bahwa adanya ikhtiar dan usaha bisa menetukan keadaan manusia, tetapi tetap menegaskan bahwa tuhan adalah pencipta hasil perbuatan itu. Maka saya memhahmi ayat di atas menerangkan bahwa kita sebagai manusia bisa mengubah keadaan melalui usaha dan tindakan, tapi tidak bisa terlepas dari takdir tuhan.
Author: Fhrzl

Komentar
Posting Komentar